Rapat Evaluasi Kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Ringau Jaya pada hari kami Selasa, (26/1/2021) bertempat di Kantor Kepala Desa Air Ringau. Rapat Dihadiri oleh Direksi BUMDes diantaranya yaitu Direktur Utama, sekretaris, Bendahara dan Kepala Unit, turut serta Bapak Kepala Desa Air Ringau selaku Komisaris Utama BUMDes Ringau jaya. Rapat juga dihadiri oleh Pendamping Desa, Ibu Zulaikha dan Pak Herdita AS, dan Ketua BPD Air Ringau serta Sekretaris Desa Air Ringau.

Terdapat dua pembahasan dalam rapat tersebut, yakni membahas tentang Pelaporan Keuangan BUMDes Ringau Jaya dan Rencana Produk Unggulan Desa yang akan dikembangkan oleh BUMDes Ringau Jaya pada tahun 2022 mendatang.

Adapun permasalahan dalam evaliuasi kinerja pada unit BUMDes yakni adanya peralihan dari modal awal yang seharusnya digunakan untuk modal usaha sembako, namun pada pelaksanaannya unit sembako hanya dapat menjalankan usahanya selama dua bulan saja, dikarenakan modal awal dari hasil usaha sembako tidak digunakan kembali untuk usaha sembako sehingga modal yang ada digunakan untuk kepentingan usaha yang lain tanpa sepengetahuan Komisaris Utama BUMDes Ringau Jaya.

Alhasil modal yang masih tersisa dalam kas BUMDes dikembalikan kepada Bendahara Direksi BUMDes Ringau Jaya. Pendamping Desa Air Ringau, Herdita AS, menuturkan agar Dana yang diajukan dalam proposal awal dipergunakan sesuai dengan rencana usaha yang telah disepakati pada awal sebelum disalurkannya Modal Usaha kepada BUMDes Ringau Jaya. Jika penggunannya tidak sesuai rencana maka usaha nya tidak dapat dijalankan, dan wajib menyusun atau review proposal untuk usaha tersebut.

Herdita AS, kembali menuturkan agar BUMDes Ringau Jaya melakukan kajian usaha yang dapat meningkatkan atau mengembangkan potensi produk unggulan desa Air Ringau pada tahun 2022 mendatang. Komisari Utama, Salmedi, berharap agar BUMDes Ringau Jaya dapat mengembangkan Produk Air Mineral dalam Kemasan guna memanfaatkan potensi sumber air minum yang ada di Gunung Air Ringau agar dapat mensuplai air minum di wilayah Kepulauan Serasan, Subi dan Midai, karena selama ini air minum dalam kemasan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Air RIngau khususnya banyak dibeli dari luar Provinsi Kepulauan Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *